preloader

Web Matana

Profil Dosen

Dr. rer. nat. Gregoria Illya

Dr. rer.nat. Gregoria Illya, peneliti dalam bidang fisika material, fisika komputasi, dan biofisika memperoleh gelar sarjana Fisika dari Universitas Katolik Parahyangan, dan kemudian mendapatkan gelar Master of Engineering Mathematics dari Universitas Twente, Belanda dengan beasiswa dari VNO NCW. Gelar Doktor diperoleh dari Universitas Potsdam Germany dengan disertasi berjudul Bilayer Material Properties From Dissipative Particle Dynamics Simulations yang dilaksanakan pada dan dibiayai penuh oleh Max Planck Institute for Colloids and Interfaces, Jerman. Setelah menyelesaikan studi doktor, beliau mengambil program Postdoctoral di Max Planck Institute for Polymer Research, Jerman dan menghasilkan publikasi di jurnal internasional bereputasi (Q1) Nature dengan judul: Aggregation and vesiculation of membrane proteins by curvature-mediated interactions. Pada tahun 2006 beliau mendapatkan beasiswa untuk mengikuti program Boulder School for Condensed Matter and Materials Physics di University of Colorado Boulder USA. Program Postdoctoral selanjutnya yang ditempuh oleh beliau adalah di Theoretical Physical Chemistry Department, Technische Universitaet Darmstadt, Jerman dan kemudian di Theoretical Physics Department, Justus-Liebig Universitaet Giessen, Jerman. Beliau pernah menjadi pembicara tamu di International Conference on Materials for Advanced Technologies Singapore pada tahun 2015, 2017 dan 2019 dan pada tahun 2017 beliau terpilih sebagai dosen berprestasi peringkat 1 dari Kopertis IV.

Dr. Tumpal Pandiangan, M.T., M.Kom

Dr. Tumpal Pandiangan, M.T., M.Kom adalah pakar fisika radiasi dan ilmu nuklir yang merupakan salah satu dosen di Program Studi Fisika Universitas Matana. Dr. Tumpal menyelesaikan pendidikan magister dari program studi Ilmu dan Rekayasa Nuklir Institut Teknologi Bandung dan menempuh pendidikan doktor Teologia dari STT Moriah. Beliau mengajar beberapa mata kuliah seperti Fisika Radiasi, Proteksi Radiasi, Fisika Nuklir, dan Pencitraan Radiasi Non-Pengion, sambil berkontribusi pada penelitian Kedokteran Nuklir dan metode simulasi MCNP. Dr. Tumpal memiliki pengalaman panjang sebagai peneliti selama kurang lebih 25 tahun di BATAN, menulis beberapa buku, dan memiliki banyak publikasi dalam bidang fisika nuklir dan fisika medis pada beberapa jurnal terkemuka serta saat ini menjadi Asessor BKD Nasional.

Josua Timotius Manik, M.Si

Josua Timotius Manik adalah salah satu dosen di Program Studi Fisika dan saat ini menjabat sebagai Ketua Program Studi Fisika. Beliau menyelesaikan pendidikan magister fisika dari Institut Teknologi Bandung pada kelompok keahlian Fisika Nuklir dan Biofisika. Semasa berkuliah, beliau pernah menjadi asisten lab dan asisten dosen pada mata kuliah Medan Elektromagnetik, serta menjadi editor buku pengantar sains energi. Beberapa mata kuliah yang diampu di prodi fisika universitas matana antara lain fisika dasar, mekanika, dosimetri dan proteksi radiasi. Penelitian beliau berfokus pada simulasi Monte Carlo dalam Radioterapi dan Dosimetri. Beliau pernah mengikuti beberapa pelatihan fisika medis, salah satunya adalah International School on Applications of Radiation Instrumentation yang diselenggarakan oleh IEEE Nuclear and Plasma Sciences Society (NPSS). Beliau juga aktif mengikuti kegiatan ilmiah fisika medis dan pernah menjadi pemakalah dalam Pertemuan Ilmiah Tahunan Fisika Medis dan Biofisika 2021 di Makassar serta South-East Asian Congress of Medical Physics 2021 di Thailand.

Robi Dany Riupassa, S.Si., M.Si

Lulusan magister fisika dari Institut Teknologi Bandung dan saat ini sedang menempuh studi doktoral di institusi yang sama dengan bidang keahlian yang ditekuni adalah fisika nuklir. Beberapa kajian fisika nuklir yang diteliti antara lain pengembangan desain baterai nuklir betavoltaic dan studi aspek keselamatan pada reaktor nuklir berbasis computational fluid dynamics (CFD). Seiring dengan perkembangan teknologi kecerdasan buatan, saat ini tinjauan simulasi fisis sistem keselamatan reaktor juga dimodelkan berbasis deep learning model. Kajian penerapan fisika nuklir pada bidang medis juga diteliti yang mencakup pengembangan deep learning model untuk analisis citra medis. Kegiatan konferensi ilmiah untuk diskusi hasil penelitian dengan peneliti lain yang pernah beliau ikuti diantaranya Asian Physics Symposium, International Conference on Emerging Nuclear Energy Systems, ASEAN-UEC Seminar & Workshop on AI and Energy, dan International Conferences on Energy Science. Selain pengajaran dan penelitian yang dilakukan di lingkup perguruan tinggi, beliau pernah dipercayakan juga sebagai instruktur pada pelatihan data science yang diselenggarakan oleh Balai Pelatihan dan Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi, Kementerian Komunikasi dan Informatika.